Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Proses Menjadi Seorang Dewasa

  Di tepian waktu yang melaju, Kedewasaan bersua dalam pelukan dunia. Seperti embun yang perlahan menguap, Membentuk cerita baru di atas daun berembun.   Langkah terhenti, tumbuh jadi renungan, Di jalan yang berliku, kehidupan terukir. Kedewasaan, penanda waktu berjalan, Menyulam benang waktu, mengukir kenangan.   Dahulu tersembunyi dalam mata kecil, Kini mekar dalam mata yang penuh pengalaman. Bunga kembang di taman usia, Terungkaplah makna di setiap tangkai bunga.   Ketika duka dan suka menjadi sahabat, Kedewasaan memahami, merangkul tanpa syarat. Lautan emosi dalam hati yang terkendali, Membimbing perahu kehidupan tanpa goyah.   Puisi kedewasaan, melodi yang tenang, Dinyanyikan oleh jiwa yang telah tumbuh dewasa. Seperti pohon yang kokoh di tengah badai, Mengajarkan kita tentang arti teguh dan sabar. Hingga matahari terbenam di ufuk timur, Kedewasaan menjadi cahaya yang membimbing. Menyinari jalan yang penuh...

Teruntuk Ibu, Pelipur Lara

  Di taman indah , bunga cinta mekar, Ibu, engkau sinar di langitku yang biru. Dalam pelukanmu, hangat kasihmu sangat menyala, Setiap detik bernyanyi, syahdu memuja.   Pandangan matamu, serasa peluk mentari, Ibu, penyemangat di setiap langkahku. Tangan lembutmu, menyeka lara dan ragu, Seiring waktu berjalan, kau pelita yang selalu menyala.   Ibu, peluklah dunia dalam sentuhanmu, Setiap tangisan, jadi senyuman damai. Engkau laksana bintang di malam gelap, Menuntun langkah, menghapus derita.   Bicaramu lembut, kata-kata penuh doa, Ibu, engkau pelipur lara di setiap derita. Setiap lagu yang kau nyanyikan, seperti doa indah, Mengalir dalam hati, memberi ketenangan sejati.   Wanita mulia, penyemai kasih di jiwa, Ibu, engkau pahlawan dalam kisah hidupku. Terima kasih untuk cinta tanpa batas, Selamanya, kau abadi dalam puisi hatiku .