Feature: Sosok Sederhana Ibu yang Menjadi Pahlawanku
Tyas
Juriah,
Pahlawanku
yang sesungguhnya.
Seorang ibu yang melekat di hidup
ini. Ia bernama Ibu Tyas
Juriah. Wajahnya
lembut manis memikat, ucapannya lugas penuh semangat, suaranya syahdu di
telinga, gerak geriknya keibuan dan bersahaja. Ia adalah ibu yang melahirkan
kedua anaknya. Ia
yang berjanji pada Tuhan untuk bersedia menjaga dan merawat
kedua anaknya sepenuh
hati dengan segala kecukupan kasih dan sayang. Ibu Tyas punya dua orang anak Putra Gita Prasetyo yang pertama, Melati Gita
Permatasari yang kedua. Ibu Tyas tentunya bersikap berbeda dalam
mendidik satu putra pertamanya dan satu anak perempuannya. Ibu
Tyas paham sekali
bagaimana cara membuat anak-anaknya patuh dan penuh hormat tetapi juga menjadi
sahabat untuk bercerita tentang apapun yang dialami anak-anaknya.
Proses
pendidikan sang ibu yakni SD KS Tubun 01 Petamburan, setelah itu melanjutkan di
SMP Concordia Kebon Sirih, dan terakhir melanjutkan Pendidikan di SMAN 24
Jakarta. Saat sekolah ibu mendapatkan nilai yang terbaik dikelas bahkan
mendapatkan kejuaraan atau bisa disebut dengan ranking. Ibu kelahiran Jakarta
pada tanggal 2 Mei 1966 yang berdarah Betawi asli anak ke enam dari tujuh
bersaudara. Turun temurun saudara ini memiliki profesi di bagian Kereta Api
menjadi masinis, hanya ibu saja yang tidak mengikutinya justru memilih menjadi
profesi bagian kecantikan. Ibu
Tyas
juga seorang wanita karir yang pergi ke kantor untuk bekerja. Ia mengelola kosmetik
dan
perawatan wajah. Ia bekerja
sama dengan
teman-temannya dan juga memilki sikap yang sigap, bahkan mereka terkadang menitip
buah tangan untuk anaknya. Ibu
tidak akan marah jika anak-anaknya tidak jujur tetapi
ibu akan memberi pengertian.
Sering kali ibu marah karena anak-anaknya tidak
nurut. Bagaimanapun
ibu, bagi kami, ibu adalah permaisuri paling cantik di dunia. Ibu akan menjadi
bidadari di hati kami.
Ibu adalah sosok yang sederhana
dalam bercita-cita. Begitulah ia mengatakan kepada kami. Namun tidak bagi kami.
Cita-citanya sungguh mulia. Ibu bercita-cita menjadi ibu yang baik untuk
anak-anaknya. Ibu bercita-cita untuk selalu memberikan yang terbaik untuk
anak-anaknya. Ibu bercita-cita untuk bahagia bersama anak-anak dan suaminya.
Ibu ingin menjadi air di kala tanah menjadi gersang karena sengatan matahari.
Ibu ingin menjadi matahari di kala tanah terendam penuh air karena hujan yang
tak kunjung henti. Ibu ingin menjadi ibu yang terbaik untuk anak-anaknya. Ibu Tyas, terimakasih telah melahirkan
kedua anaknya ke
dunia dan untuk segala cinta dan pengorbanan sejati. Ibu adalah segalanya bagi
kami.
Komentar
Posting Komentar