Feature: Hari Raya Idul Fitri 2023
Idulfitri adalah saatnya untuk saling memaafkan dan
memperbaiki hubungan dengan sesama. Yang harus menghargai dan merayakan keberagaman dalam
kehidupan ini. Makna Idulfitri
disambut dengan penuh suka cita. Menggemakan takbir dan melaksanakan salat Id.
Serangkaian silaturahmi dilakukan pada Idulfitri. Momen bermaafan dan berkumpul
bersama tak pernah terlewat dalam menyambut makna Idulfitri.
Momen yang paling dirindukan
yaitu berkumpul dengan keluarga
besar, kurang lebih sudah 2 tahun yang lalu ada larangan untuk berkerumun serta
taati peraturan 3M (Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak dan
hindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun) disaat hari raya. Berat rasanya ketika
mendengar hal itu, akan tetapi bila dilanggar pun sangat berbahaya imbasnya
terhadap orang sekitar bahkan
orang lain. Dan kita tidak akan pernah tahu penyakit apa yang akan dibawa ketika sudah di rumah.
Aku dan keluarga besar termasuk yang mengikuti
peraturan larangan dan peraturan 3M tersebut, seharusnya momen yang
ditunggu setiap tahunnya untuk berkumpul dengan keluarga besar, dan saudara. Tentu saja tidak mudah menjalani
lebaran tanpa keluarga besar,
karena aku dan keluarga besar selalu berkumpul setiap Idulfitri karena ada hal
yang menjadi ciri khas dikeluarga besar aku.
Kurang lebih 2 tahun itu, aku dan keluarga
besar saling memakai masker, bahkan sampai adanya pengecekan antigen dan juga
swab supaya sama sama nyaman untuk berkumpul. Walaupun ada beberapa kepala
keluarga tidak ikut hadir karena takut dan menghindari dengan adanya virus Covid-19
yang dimana larangan pemerintah pun tidak untuk berkerumun. Untungnya
saja saat ini teknologi komunikasi sudah canggih, aku dan keluarga besar bisa medengar suara bahkan melihat foto atau video
call melalui smartphone. Meski tidak bertatap muka secara langsung,
setidaknya bisa saling melepas kerinduan dan saling bermaafan. Dengan hal tersebut aku dan keluarga besar
menjadi terasa dekat walaupun jarak memisahkannya.
Ciri khas yang dilakukan keluarga besarku adalah
membagikan THR (Tunjangan hari raya) dengan cara memanggilkan nama-nama orang
yang membagikannya berseruan seperti joget, menyanyi, dan lainnya. Keponakan-keponakan kecil yang sangat senang jika pembagian ini sudah dimulai, karena keluarga
besarku akan dipandu oleh MC nya untuk dipanggilkan nama-nama yang sudah
bersedia untuk membagikan THR nya.
Aku merasa ciri khas ini hanya terjadi dikeluargaku
saja, karena aku melihat orang-orang disekitarku tidak ada yang melakukan
pembagian THR seperti itu. Selain itu tidak hanya satu dua orang saja yang
membagikan tetapi setiap orang yang sudah memiliki penghasilan sendiri maka
orang itu wajib memberikan THR kepada saudara-saudara yang belum
berpenghasilan.
Aku menemukan sebuah hal yang unik mendapatkan THR
yang berbentuk kado, pada hari raya Idulfitri tahun ini aku mendapatkan THR
dari tanteku yang isinya itu ada cookies, cemilan coklat, dan juga isi nominal
THR tersebut. Awalnya aku heran, karena merasa banyak sekali isi dari sebuah
bingkisan kotak yang didalamnya juga ada nominal THR. Seumur-umur aku baru
meneukan itu dikeluarga besarku sendiri. Itu merupakan ide kreatif dari
tanteku.
Momen-momen yang tidak pernah
dilupakan dari tradisi keluarga aku yaitu ada makanan seperti ketupat, opor
ayam, sambal ati kentang, rendang, baso, sayur krecek, gudeg, macam-macam kue
kecil, dan lainnya. Dengan ini keluarga besarku saling menikmati dan juga
bersyukur atas kenikmatan yang Allah SWT beri.
Dengan melafalkan lantunan ayat
Al-qur’an akan mendapatkan THR tambahan dari para om dan tante. Begitu
senangnya jika keluarga aku kumpul saat lebaran. Aku senang sekali dengan adanya kekompakan dan
keharmonisan dalam keluarga ini.
Inilah sebuah makna idul fitri dari
keluarga besarku yakni Soeseno, dan saya bahagia menjadi bagian dari keluarga
besar Soeseno. banyak makna dan kesannya disetiap kejadian yang dilewati. Semoga Allah selalu ada untuk memberkati setiap hari hidup kita dengan
kebahagiaan dan kebaikan.
Komentar
Posting Komentar